Posted by: Akh Yuli | 19 July 2008

KABAR – KABARI

DIMADU ? POLIGAMI ?

Ntah Berantah, 19 Juli 2008

Pagi ini seperti biasa, Si Boi menyeruput kopi pekat sebelun melanjutkan rutinitas hariannay mengurus kolam. Mentari mulai menampakkan keElokkannya dengan wajah ceria seolah hendak menuturkan kata – kata manisnya kepada Si Boi. Dengan langkah bersemnagat, dia melanjutnkan dengan mandi setelah mencapai klimaknya menikmati kopi buatan mbok Item.

Ujung jam yang mungil menunjukkan angaka 7, yang berarti Si Boi harus sesegara mungkin mengawali harinya dengan menyambangi kolam yang yang terbentang di negeri yang tandus dan bertanah kapur.

Beranda kantor yang sebenarnya mirip dikatakan sebagai kafenya orang bersearagam, berkumpul bersama Si Boi orang- orang  berdasi yang menyorotkan sinar mata yang tajam. Di kejauhan tampak sepasang syuami istri yang mesra memasuki kantor yang segera di sambut riuh senyum segenap orang yang berad di beranda itu.

Si Boi berguman, duh romantisnya pasangan ini yang ternyata ketua kelompok binaannya Si Boi beriringan memasuki ruangan bu Merianur. Jo pur, si ketua kelompok itu tanpa ragu melempar senyum ke kami sambil merangkul dengan mesra ” pasangannya”.

Hari minggu ini Si Boi awali pagi yang berembun denag merunut kelompok – kelompok binaannya hingga ke apelosok desa. Sampai di rumah Jopur, Si Boi langsung di suguhi senyuman merekah istrinya, mbak Canti. Sebagai istri tercinta Jopur dia lansung menyambut Si Boi denagn Susu coklat hangat sambil sesat menunggu kedatangan Jopur yang sedang mempersiapkan motrnya untuk mabil benih ikan di koat tetangga.

” Mbak, kemarin bareng pak Jopur ke kantor urus pinjaman yang akan segera diajukan ya” buka Si Boi awali perbincangan hangat ini…… Mbak Canti tak seperti biasanya,merangsang pertanyaan Si Boi denga bibir yang agak kaku dan wajah memerah. Tnapa ragu, Si Boi pun menyambut denagan hangatnya senyuman mbak Canti.

“Boi… tolomg kamu ke sini sebentar,Canti minta cerai sama aku”deru Jopur mengeluh dari HP nya kepada Si Boi. Tanpa pikir panjang, Si Boi langsung ke rumah Jopur. Hingga ucapan keputusasaan muncul dari bibir merah merekah mbak Canti. Mata yang melebam, dengan cucuran air mata dua hari berturut – turut membengkakkan kelopak indah mbak Canti. ” Boi,aku tidak tahan lagi dfi madu oleh Jopur ke dua kalinya ” isak tangisnya menyelimuti curahan hati Mbak Canti yang telah tergelepar hatinya denga ulah Jopur yang ketahuan beselingkuh dengan wanita lain di kantor waktu iut.

“Boi, aku berterimakasih sekali kamu telah membuka kehinaan Jopur yangceroboh terhadap istri mudanya ” hati yang berdebar menggelayuti perkataan mbak Canti yang terliaht habis corak lipstikya tergantikan dengan air mata 7yang tiada henti mengucur dari balik kemolekan mata dan sensualitas lekuk seni tubuhya…………


Responses

  1. Salam Kenal Untuk Si Boy
    Aku mau tanya kisah tersebut adalah nyata or fiktif. kalo emang itu kisah nyata berarti anda telah berhasil membangun ikatan emosional dengan para pembudidaya yang notabene adalah kelompok binaan anda. tapi anda harus ingat bahwa ada batas-batas tertentu yang tidak boleh anda campuri dalam urusan rumah tangga. But, apapun itu saya ucapkan selamat berjuang untuk bisa menjadi partner, pengajar, fasilitator, motivator, inovator maupun calon mantu dari pembudidaya he..he..he.. itu pun kalo anda masih bujang hi..hi..hii. thank you, Bye…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: